PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN POLA PIKIR SISWA KELAS XII MA DARUSSALAM
DOI:
https://doi.org/10.53915/jmpi.v4i1.137Abstract
Dalam sistem pendidikan di Indonesia, konselor di sekolah menengah mendapat peran dan posisi yang jelas, peran guru bimbingan dan konseling sebagai salah satu student support service, adalah men-suport perkembangan-perkembangan aspek pribadi, sosial, karier, dan akademik peserta didik, melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling pembantuan peserta didik dalam individual student planning, pemberian layanan responsive, dan pengembangan sistem support. pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif, adapun jenis penelitian ini adalah Fenomenologi. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan Wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian peran guru BK sebagai pengajar yang berkualitas yang dapat membuat dan melaksanakan program meningkatkan pola pikir yang disusun dengan baik, guru sebagai motivator yang baik bisa mengelola dan mengendalikan diri sendiri dan peserta didik. Bentuk-bentuk motivasi yang bisa diberikan antara lain adalah pemberian pujian, penambahan angka, pemberian tugas yang bersifat kompetisi antar siswa serta adanya kerja sama yang baik antara guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kondusif dan menyenangkan. Kendala yang dialami guru BK dalam proses meningkatkan pola pikir di Kelas XII MA Darussalam disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari dalam diri siswa. Faktor internal dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda. Sedangkan faktor eksternalnya adalah faktor dari orang tua dan lingkungan pergaulan dan masyarakat di sekitar siswa.
