Konseling Lintas Budaya untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.53915/jbki.v3i2.26Keywords:
Konseling Lintas Budaya, Komunikasi InterpersonalAbstract
Komunikasi interpersonal disebut juga sebagai komunikasi antar pribadi yaitu bentuk komunikasi yang terjadi antara individu dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui konseling lintas budaya. Komunikasi interpersonal yang baik diperlukan untuk menjadi penasihat dan konselor yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Lokasi penelitian yang dipilih peneliti adalah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasilnya, ditemukan bahwa di antara enam mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam, masih ada beberapa yang kurang baik dalam komunikasi interpersonal. Beberapa subjek ditemukan masih menggunakan nilai-nilai pribadi saat berkomunikasi dengan mahasiswa yang berbeda suku dengannya dan menyebabkan komunikasi interpersonal tidak objektif. Sebagai calon konselor, mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam harus memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang objektif, karena kelak akan dibutuhkan disaat menjalankan konseling dengan klien yang berbeda budaya. Mahasiswa harus belajar untuk melihat orang lain secara objektif dan mengutamakan sukunya tanpa ada perlakuan yang berbeda hanya karena klien berbeda suku dengan konselor.
References
Adz-Dzaky. (2008). Konseling Dan Psikotrapi Islam. Yogyakarta: Al-Manar.
Adhiputra, A. A. N. (2010). Konseling lintas budaya. Kayumas Agung.
Arikunto, S. (2011). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Azis, M. A. (2023). Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Usia Prasekolah terhadap Perkembangan Perilaku Prososial. Al-Ihath: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 3(1). 75-89. https://doi.org/10.53915/jbki.v3i1.320
Brown, J. D. (1988). Understanding Research in Second Language Learning. Cambridge University Press.Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antar Manusia (A. Maulana, Trans.). Karisma Publishing Group.
Effendi, O. U. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi (Cet-1). Citra Aditya Bakti.
Gladding, S. T. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh (W. Winarno & L. Yuwono, Trans.). Indeks.
Hanani, S. (2017). Komunikasi Antarpribadi: Teori dan Praktik. Ar-Ruzz Media.
Meleong, L. J. (1989). Metologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Porbakawatja, R. S., & Harahap, H. (1981). Ensiklopedi Pendidikan (Cet-2). Gunung Agung.
Prajarto, N. (2019). Pengantar Ilmu Komunikasi. Universitas Terbuka.
Rahmi, S. (2021). Komunikasi Interpersonal dan Hubungannya dalam Konseling. Syiah Kuala University Press.
Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Kebijakan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Evaluasi. Alfabeta.
Wigati, Y. I. (2020). Komunikasi Interpersonal Komunitas Pelita dalam Membangun Toleransi Beragama. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 146–172. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.1.146-172
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cindi Riski Febrianti, Shilviana Assyifa. S, Zulkipli Lessy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



