Relasi Manusia pada Masyarakat Terdampak Banjir

Authors

  • M. Hestu Widiyastono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Suryanto Suryanto Universitas Airlangga Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.53915/jbki.v2i1.163

Keywords:

Relasi Manusia, Masyarakat Terdampak Banjir

Abstract

Bojonegoro merupakan daerah aliran sungai Bengawan Solo menjadikan Bojonegoro sebagai daerah rawan banjir, apalagi di saat musim penghujan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan sumber data buku dan penelitian terdahulu yang relevan memberikan data-data terkait penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola relasi manusia dengan alam dan faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat yang terdampak banjir (Bengawan Solo) memilih tetap tinggal di sana. Hasil dari studi literatur ini ditemukan bahwa banjir menjadi langganan bila musim hujan. Meskipun dalam kondisi rawan terdampak bencana banjir, masyarakat terdampak lebih memilih tetap tinggal daripada berpindah tempat tinggal. Mereka tetap dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di daerah yang mereka tinggali. Selain itu, dalam menanggulangi banjir masyarakat membentuk kelompok-kelompok atau organisasi kesiapsiagaan banjir. Dalam organisasi yang dibentuk tersebut terjadi interaksi individu dengan individu, individu di dalam kelompok dan kelompok dengan individu. Mereka saling bekerja sama, gotong royong untuk saling tolong menolong.

Downloads

Published

2022-01-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Widiyastono, M. H., & Suryanto, S. (2022). Relasi Manusia pada Masyarakat Terdampak Banjir. Al-Ihath: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 2(1), 18-31. https://doi.org/10.53915/jbki.v2i1.163